Jawaban uas logika mantic.
1.pembagian kata
Dalam ilmu logika, pengetahuan terhadap kata dikenal tiga istilah teknis, yaitu kata positif, negatif dan privatif.
a. Kata positif adalah suatu kata yang mempunyai pengertian tentang penegasan ‘adanya’ sesuatu terhadap dirinya sendiri, seperti :
Gemuk –à menunjukkan ’adanya’ daging.
Kaya –à menunjukkan ’adanya’ harta.
Terang –à menunjukkan ‘adanya’ cahaya.
Pandai –à menunjukkan ‘adanya’ ilmu.
Dan lain-lain
b. Kata Negatif adalah suatu kata yang yang diawali oleh kata-kata negasi seperti, tidak, non, tak, dan bukan, contohnya seperti :
Non Gemuk –> diawali kata ‘Non’
Tidak Kaya –> diawali kata ‘ tidak’
Tak Terang –> diawali kata ‘tak’
Tak Pandai –> diawali kata ‘tak’.
Dan lain-lain
c. Kata Privatif adalah suatu kata yang mempunyai pengertian tentang penegasan ‘tidak adanya’ sesuatu terhadap dirinya sendiri, seperti :
Kurus –> menunjukkan ‘ tidak adanya’ daging.
Miskin –> menunjukkan ’ tidak adanya’ harta.
Gelap –> menunjukkan ‘ tidak adanya’ cahaya.
Bodoh –> menunjukkan ’ tidak adanya’ ilmu.
Dan lain-lain
Kata dilihat dari isinya, dibagi menjadi 3 :
1. Abstrak yaitu menunjukkan suatu bentuk atau sifat tanpa bendanya (misalnya : Kemanusiaan, Keindahan) dan Konkret, yang menunjukkan suatu benda dengan bentuk atau sifatnya (Misalnya : Manusia).
2. Kolektif yaitu menunjukkan suatu kelompok (misalnya : tentara) dan Individual, yang menunjukkan suatu individu saja (misalnya : Narto = nama seorang anggota tentara). Sehubungan dengan ini perlu dicatat : Apa yang dapat dikatakan tentang seluruh kelompok, belum tentu dapat dikatakan pula tentang setiap anggota kelompok. Demikian pula sebaliknya.
3. Sederhana yaitu terdiri dari satu ciri saja (misalnya : kata ada yang tidak dapat diuraikan lagi) dan Jamak, yang terdiri dari beberapa atau banyak ciri (misalnya : kata manusia, yang dapat diuraikan menjadi makhluk dan berbudi).
Dengan memperhatikan pengertian kata tersebut, maka sekarang makin jelaslah bagi kita bahwa tidak gemuk tidak semakna dengan kurus, tidak kaya tidak semakna dengan miskin, tidak pandai tidak semakna dengan bodoh dan tidak terang tidak sama dengan gelap.
2. Definisi logika mantik
Kata logika berasal dari kata logos dalam bahasa Yunani yang berarti kata atau pikiran. Secara bahasa logika berarti ilmu berkata atau ilmu berfikir benar. Kebenaran adalah syarat dari tindakan untuk mencapai tujuannya bagi laku perbuatan untuk menunjukan nilai. Logika menuntun pandangan lurus dalam praktek berfikir menuju kebenaran dan menghindarkan budi menempuh jalan yang salah dalam berfikir. Logika merupakan studi dari salah satu pengungkapan kebenaran dan dipakai untuk membedakan argumen yang masuk akal, serta berbagai bentuk argumentasi. Logika dalam kajiannya pada problem formal dan spesifik tentang keteraturan penalaran. Logika berurusan dengan pengetahuan yang bersifat formal apriori. Pengetahuan yang bersifat apriori adalah pengetahuan kebenarannya abstain dari pengalaman melainkan hanya berdasarkan definisi.
3. Hukum –hukum yang harus ditepati dalam silogisme katagoris
a. Apabila dalam satu premis partikular, kesimpulan harus parti¬kular juga, seperti:
Semua yang halal dimakan menyehatkan
Sebagian makanan tidak menyehatkan,
Jadi Sebagian makanan tidak halal dimakan
(Kesimpulan tidak boleh: Semua makanan tidak halal dimakan).
b. Apabila salah satu premis negatif, kesimpulan harus negatif juga, seperti:
Semua korupsi tidak disenangi.
Sebagian pejabat adalah korupsi, jadi Sebagian pejabat tidak disenangi.
(Kesimpulan tidak boleh: Sebagian pejabat disenangi)
c. dari premis partikular tidak pernah menghasilkan kebenaran yang pasti, oleh karena itu kesimpulan seperti:
Sebagian besar pelaut dapat menganyam tali secara bai
Hasan adalah pelaut, jadi:
Kemungkinan besar Hasan dapat menganyam tali secara baik adalah tidak sah.
d. Kesimpulan diambil bila sedikitnya salah satu premisnya positif. Kesimpulan yang ditarik dari dua premis negatif adalah tidak sah.
Kerbau bukan bunga mawar.
Kucing bukan bunga mawar.
….. (Tidak ada kesimpulan) Tidak satu pun drama yang baik mudah dipertunjukkan, Tidak satu pun drama Shakespeare mudah dipertunjukan Jadi: Semua drama Shakespeare adalah baik. (Kesimpulan tidak sah)
e. Paling tidak salah satu dari term penengah harus (mencakup) dari dua premis yang term penengahnya tidak menghasilkan kesimpulan yang salah, seperti:
Semua ikan berdarah dingin.
Binatang ini berdarah dingin
Jadi: Binatang ini adalah ikan.
(Padahal bisa juga binatang melata)
f. Term-predikat dalam kesimpulan harus konsisten dengan term predikat yang ada pada premisnya. Bila tidak, kesimpulan menjadi salah, seperti
Kerbau adalah binatang.
Kambing bukan kerbau.
Jadi: Kambing bukan binatang.
(’Binatang’ pada konklusi merupakan term negatif sedang-
kan pada premis adalah positif)
g. Term penengah harus bermakna sama, baik dalam premis layor maupun premis minor. Bila term penengah bermakna mda kesimpulan menjadi lain, seperti:
Bulan itu bersinar di langit.
Januari adalah bulan.
Jadi: Januari bersinar di langit.
(Bulan pada premis minor adalah nama dari ukuran waktu yang panjangnya 31 hari, sedangkan pada premis mayor berarti planet yang mengelilingi bumi).
h. Silogisme harus terdiri tiga term, yaitu term subjek, predikat, dan term menengah ( middle term ), begitu juga jika terdiri dari dua atau lebih dari tiga term tidak bisa diturunkan komklsinya.
• Variasi-variasinya adalah sebagai berikut:
1. Prosedur valid, premis salah dan konklusi benar.
Semua yang baik itu haram. (salah)
Semua yang memabukkan itu baik. (salah)
Jadi: Semua yang memabukkan itu haram. (benar)
2. Prosedur invalid (tak sah) premis benar konklusi salah
Plato adalah filosof. (benar)
Aristoteles bukan Plato. (benar)
Jadi: Aristoteles bukan filosof (salah)
3. Prosedur invalid, premis salah konklusi benar.
Sebagian politikus adalah tetumbuhan. (salah)
Sebagian manusia adalah tetumbuhan. (salah)
Jadi: Sebagian manusia adalah politikus (benar)
4. Prosedur valid premis salah dan konklusi salah.
Semua yang keras tidak berguna. (salah)
Adonan roti adalah keras. (salah)
Jadi: Adonan roti tidak berguna (salah)
4. contoh silogisme katagoris
Semua manusia membutuhkan air (premis mayor)
……………….M……………..P
Amir adalah manusia (premis minor)
….S……………………..M
Amir membutuhkan air (konklusi)
….S……………..P
(S = Subjek, P = Predikat, dan M = Middle term)
5. Apa yang dimaksud dengan Perlawanan ?
Perlawanan adalah keputusan yang tidak dapat sama-sama benar, atau tidak dapat sama-sama salah, atau tidak dapat sama-sama benar atau salah. Perlawanan itu ada, hanya kalau keputusan itu mengenai hal yang sama, tetapi berlawanan isinya. Artinya, kedua keputusan itu mempunyai subyek dan predikat yang sama, tetapi bentuk atau luasnya berbeda, atau baik bentuk maupun luasnya berbeda.
Rabu, 01 Juli 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar